‘BOLEH SAYA PEGANG PAHA AWAK?’

Sharing is caring!

Wahai para wanita, bila anda memandu bersendirian, tolong berhati-hati! Tak kira apa yang berlaku, jangan sesekali berhenti dan keluar dari kenderaan anda. Sekiranya anda mengalami kecederaan dari apa jua kejadian, sila terus pergi ke hospital untuk mendapatkan rawatan segera berbanding klinik.

 

Insiden ini berlaku pada saya tadi sekitar jam 7.15 – 7.45 pagi. Saya diserang oleh seorang penunggang motosikal berbangsa Melayu ketika dalam perjalanan untuk menghadiri upacara pengebumian mendiang bapa saudara saya

 

Saya memandu dari lebuh raya Seberang Jaya ke Permatang Pauh dari arah Mak Mandin. Ketika saya sedang memandu, seorang penunggang motosikal menghampiri kereta di bahagian sebelah penumpang dan tangannya menunjuk ke arah tayar.

 

Pada ketika itu, saya tidak mengesyaki apa-apa dan terus menyalakan lampu kecemasan serta berhenti di tepi jalan untuk memeriksa keadaan tayar.

 

Penunggang motosikal itu kemudian berpatah balik ke arah saya apabila dia mendapati saya berhenti di bahu jalan dan berpura-pura mahu membantu saya. Dia mendakwa ada paku yang tercucuk di tayar belakang dan menarik tangan saya untuk menyentuh objek tajam yang dimaksudkannya.

 

Dia juga menasihatkan saya bahawa adalah berbahaya untuk memandu kereta dalam keadaan tayar yang tidak selamat dan meminta saya memandu dengan berhati-hati serta menghantar kereta saya ke bengkel untuk membuat pemeriksaan.

 

Bagaimanapun, saya mendapati tiada sebarang masalah pada tayar. Lalu saya mengucapkan terima kasih kepadanya dan menjelaskan saya perlu segera pergi ke upacara pengebumian bapa saudara.
Sekali lagi dia menasihatkan saya untuk masuk semula dalam kereta melalui pintu tempat duduk penumpang di bahagian depan untuk keselamatan diri. Saya mengikut nasihatnya dan tiba-tiba dia bertanya sesuatu yang tidak masuk akal.

 

“Boleh saya sentuh awak?”

Belum sempat saya menjawab dan bertindak, tangannya sudah menyentuh paha saya. Saya segera menolaknya dan dia sempat menumbuk muka saya. Saya cepat-cepat menutup pintu kereta dan beralih ke tempat duduk pemandu dan mengunci kesemua pintu serta menghidupkan enjin kereta.

 

Saya bertambah takut apabila lelaki terbabit menunjukkan isyarat mahu menembak saya sebelum dia beredar. Dengan mata yang cedera, saya menghubungi ibu bapa saya memaklumkan tentang apa yang berlaku sambil memandu ke tapak pengebumian untuk meminta bantuan.

 

Wajah saya cedera akibat ditumbuk oleh lelaki tadi dan darahnya masih mengalir tanpa henti. Jadi saya pergi ke sekitar kawasan Raja Uda untuk mencari bantuan perubatan tetapi banyak klinik yang belum dibuka pada waktu itu.

 

Setelah puas mencari, akhirnya saya mendapati ada sebuah klinik yang sudah mula beroperasi dan saya segera mendapatkan rawatan dari klinik berkenaan. Malangnya, mereka menyuruh saya pergi mendapatkan rawatan di klinik lain kerana apa yang berlaku pada saya adalah kes jenayah dan mereka akan menghadapi kesusahan jika memberi rawatan pada saya seperti terpaksa menyediakan laporan perubatan, pengesahan dan lain-lain.

 

Saya terkedu, pihak klinik terbabit menolak untuk merawat saya yang berdarah teruk dan enggan memberikan rawatan segera?

 

Sedih, sudahlah hari ini hari upacara pengebumian bapa saudara saya, terkena pula insiden yang tidak diingini seperti ini menyebabkan saya tidak dapat menghadiri upacara tersebut. Saya kini sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan doktor, untuk imbasan X-Ray dan untuk menjahit luka saya.

 

Saya rasa saya perlu berkongsi pengalaman yang memeritkan ini agar pemandu wanita yang lain berhati-hati jika memandu bersendirian serta penduduk yang tinggal di sekitar kawasan kejadian.

 

Mohon orang awam yang menyaksikan kejadian itu dan mengenali penunggang motosikal terbabit menghubungi Ibu Pejabat Polis Daerah Bandar Perda, Bukit Mertajam.

 

Kredit: Cynthia Lim/ PIXEL MEDIA

Jackie Chan Seakan Mati Bila ‘Anak Perempuan Cuba Bunuh Diri, Anak Lelaki Penagih’- Kegagalan Dalam Keluarga Buat Ramai Geram..
Jackie Chan seakan mati

Bukan perjalanan yang mudah Jackie Chan mampu jadi berjaya seperti sekarang ini di dunia hiburan, walau dalam kerja amal sekalipun, beliau merupakan tokoh yang sangat ternama.

Namanya dikenal di seluruh dunia, dia seorang tokoh yang mencatat sejarah dalam dunia perfileman khususnya genre aksi. Semua filemnya memiliki karakter berbeza, memiliki nilai positif bahkan punya kekuatan semangat patriotik.

Jackie Chan seakan mati

Di dalam dirinya ada semangat yang sangat berharga yang sangat layak untuk dipelajari oleh semua orang.

Tapi semua itu tidak lagi dikejar dan dibanggakan beliau, “Kalau kamu tak pernah punya waktu buat anak-anakmu, semua kejayaanmu itu sia-sia!” Kalau begitu, adakah kejayaan yang dikecapi Jackie Chan ini sia-sia?

Jackie Chan seakan mati

Perjalanan hidup Jackie Chan dalam dunia perfileman sudah bukan lagi menjadi rahsia, bagaimana dia bertemu dengan sang “selingkuhannya” juga sudah diketahui semua orang.

Jackie Chan dan Elaine Ng bertemu tahun 1998 dan langsung saling mencintai, keduanya kemudian mabuk cinta sampai Elaine Ng tiba-tiba mengandung.

Jackie Chan seakan mati

Awalnya dia tidak mau mengatakan siapa ayah dari anak yang dikandungnya, sampai suatu hari ia mengumumkan pada umum kalau ini adalah anak dari Jackie Chan.

Kelahiran anak ini membuat nama Jackie Chan jadi buruk, sampai ia sukar untuk menghasilkan suatu karya yang bagus, bahkan mengganggap dirinya diperangkap.

Akhirnya belakangan ia mengadakan jumpa pers dan meminta maaf, “Aku melakukan sebuah kesalahan yang mampu dilakukan oleh semua laki-laki di dunia ini. Aku tahu aku bersalah pada anak perempuan ini, tapi ibunya adalah orang seperti ini, aku juga tidak tahu bagaimana menghadapi anak ini.”

Jackie Chan seakan mati

“Kebenciannya” pada Elaine Ng, sepertinya membuatnya juga tidak ingin mengakui anak perempuannya ini. Belakangan kalau Jackie dihadapkan dengan pertanyaan tentang anak perempuannya, dia sama sekali tak mau bicara dan berharap para pers juga tidak bertanya lagi akan hal ini.

 

Tapi sebenarnya Jackie juga selalu mengingat anak perempuannya ini, waktu dia membuat film “Police Story” tahun 2013, dia berperan sebagai seorang ayah yang anak perempuannya membangkang.

 

Saat itu Jing Tian, lawan main Jackie berkata, “Waktu kita harus syuting tentang hubungan ayah anak, aku sering menghayati perasaan, sampai waktu aku mengangkat kepalaku, aku melihat Jackie sudah menangis.”

 

Jackie Chan juga akhirnya pertama kalinya berbicara tentang anak perempuannya, “Aku teringat padanya, karena aku tidak mempedulikannya begitu lama.”

 

Jackie Chan bahkan menangis sambil berkata, “Seumur hidup ini, aku paling bersalah pada anak perempuanku, tapi diantara isteri dan anak perempuanku, aku tidak mampu memilih anak perempuanku, aku percaya kalau dia dewasa nanti ia akan mengerti kesulitanku.”

Jackie Chan seakan mati

Selama beberapa tahun, Jackie bahkan tidak pernah peduli pada Elaine dan anak perempuannya, sampai saat ini anaknya hampir berusia 16 tahun. Tapi siapa yang menyangka, Jackie sama sekali berhati besi, sedari kecil dia tidak pernah membiayai anaknya, bahkan semua kekayaannya, sedikitpun tidak ada yang diwariskan untuk anak perempuannya.

Jackie Chan seakan mati

Walaupun Jackie Chan mengakui anak ini anaknya, siapa sangka ternyata anak perempuannya sama sekali tidak mengakuinya sebagai ayahnya. Hal ini tentu membuat Jackie sangat malu, namun anaknya selalu berkata kalau baginya punya seorang mama saja sudah cukup, tidak perlu papa.

Jackie Chan seakan mati

Demi kariernya, mampu dikatakan Jackie chan mengorbankan seluruh waktunya untuk anak-anaknya, dia juga sering tidak ada dalam kehidupan masa kecil putranya, Jaycee Chan. waktu Jayce ditangkap karena menggunakan ubat-ubatan, ia menuliskan surat permohonan maaf sepanjang tiga halaman yang di dalamnya menuliskan kalau perhatian Jackie Chan padanya sangatlah sedikit.

 

Jaycee menuliskan karena ayahnya sangat sibuk, mereka jarang sekali bertemu, bahkan untuk makan bersama pun sangat jarang.

Jaycee sering mengeluh kalau cinta ayahnya sangat kurang, bahkan sampai dia salah bergaul dan akhirnya mengenal ubat-ubatan, waktu dia tidak senang, dia akan mengonsumsi ubat untuk menghilangkan stress sampai akhirnya dia ditangkap.

 

Jackie Chan seakan mati

Dari sini sebenarnya terlihat, selain kurang kasih sayang pada Jaycee, didikan Jackie pun bermasalah, sampai akhirnya Jaycee jatuh ke dalam ubat terlarang.

Jaycee sudah menggunakan ubat-ubatan selama 8 tahun, tapi di masa itu Jackie bahkan mengatakan di depan publik kalau putranya tidak mungkin menyentuh ubat-ubatan.

 

Belakangan ini muncul lagi berita kalau anak perempuan Jackie bunuh diri karena depresi dan harus dirawat di rumah sakit. Putranya ngubat dan anak perempuannya bunuh diri karena depresi merupakan kegagalan terbesar dalam hidup Jackie Chan.

 

Memang mungkin Jackie Chan mungkin memiliki kesulitan sendiri yang tidak mampu diungkapkan, sampai ia tidak punya pilihan lain.

Jackie Chan seakan mati

Semoga saja Jackie mampu memulihkan hubungan dengan kedua anaknya dan punya waktu lebih banyak untuk keluarganya ya!

Sumber: lubukweb

Sharing is caring!